kimia analisis titrimetri

Kimia analisis memiliki banyak metode guna menentukan kadar zuatu zat atau bahan kimia yang terdapat dalam cuplikan. Diantara berbagai metode tersebut yang terkenal adalah volumetri. Volumetri didefinisikan sebagai berbagai macam metode analisis kimia kuantitatif yang melibatkan penentuan suatu zat dengan cara mengukur volumenya. Sebagai contoh Nitrogen dapat ditentukan dengan mengubahnya menjadi gas N2 atau nitrat dapat ditentukan dengan cara mengubahnya menjadi gas NO.

Metode analisis volumetri yang melibatkan larutan biasanya disebut sebagai ‘Titrimetri’, yang didefinisikan sebagai analisis kimia kuantitatif dengan cara menghitung volume larutan yang telah diketahui konsentrasinya untuk tepat bereaksi dengan zat yang tidak diketahui konsentrasinya.

Sebagai contoh titrimeti adalah penentuan vitamin C yang tidak lain adalah asam dengan cara mereaksikannya dengan basa dimana basa yang di pakai ini sudah diketahui konsentrasinya. Volume basa yang diperlukan hingga semua vitamin C habis bereaksi bisa dipakai untuk menentukan jumlah vitamin C dengan perhitungan stoikiometri biasa.

Beberapa reaksi yang dapat di pakai dalam analisis titrimetri adalah sebagai berikut :

1. Reaksi asam basa (titrasi asam basa)
2. Reaksi reduksi oksidasi (titrasi redoks)
3. Reaksi pembentukan endapan (titrasi pengendapan)
4. Reaksi pembentukan kompleks (kompleksometri)

Reaksi-reaksi diatas harus memiliki kriteria tertentu agar dapat di pakai untuk analisis titrimetri, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Reaksi yang terjadi adalah tertentu, sudah diketahui reaktannya dan produknya pun sudah jelas dan tidak ada reaksi samping yang terlibat dalam reaksi tersebut.

2. Reaksi tersebut haruslah memiliki konstanta keseimbangan yang besar, ini artinya reaksinya harus disukai untuk terjadinya produk atau reaksinya tidak bersifat reversibel.

3. Reaksi yang dipilih harus tersedia cara untuk menentukan kapan bahwa semua zat yang ditentukan tepat habis bereaksi dengan zat yang telah diketahui konsentrasinya.

4. Reaksi yang dipilih harus berjalan cepat sehingga proses analisis dapat dilakukan dalam hitungan menit.

Prosedur analisis titrimetri
Sampel yang akan di analisis harus diubah dalam bentuk larutan terlebih dahulu, biasanya dilarutkan dengan menggunakan akuades. Larutan sampel dalam volume tertentu dimasukan ke dalam erlenmeyer kemudian di tambahkan indikator. Larutan lain yang sudah diketahui konsentrasinya di masukan dalam burette. Secara perlahan larutan ini dikeluarkan melalui kran kecil yang ada pada bagian burette hingga larutan berubah warna.

kimia analisis titrimetri

Disebabkan reaksi yang terjadi sudah diketahui maka kita dapat menghitung jumlah zat dalam sample dengan menggunakan stoikiometri biasa. Prosedur pelaksanaan analisis titrimetri yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya biasa disebut dengan istilah ‘titrasi‘.