Sistem Konsentrasi Dalam Titrasi

Konsentrasi merupakan ukuran yang menyatakan berapa banyak zat terlaut dalam sejumlah tertentu pelarut, dan di definisikan sebagai berikut:

rumus konsentrasi

Namun demikian istilah terlarut dan pelarut disini tidak hanya terbatas pada larutan dimana fasanya cair akan tetapi juga berlaku untuk larutan yang fasanya gas ataupun padat.
Molaritas
Molaritas di definisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Molaritas di definisikan sebagai berikut :

rumus molaritas
Formalitas
Rumus formalitas adalah sama dengan molaritas yakni mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Akan tetapi keduanya memiliki perbedaan yang nyata dimana molaritas menyatakan konsentrasi spesies kimia khusus dalam larutan sedangkan formalitas adalah total konsentrasi substansi kimia tanpa memandang bentuk spesifik dari spesies tersebut.

Untuk substansi yang dalam larutan tidak mengalami disosiasi maka nilai molaritas dan formalitasnya adalah sama. Sebagai contoh urea 0,1234 M sama dengan 0,1234 F. Namun jika kita melarutkan 0,2 mol BaCl2 dalam 1 liter air maka akan dihasilkan ion Ba2+ dan Cl- masing-masing 0,2 M dan 0,4 M. Sedangkan molaritas BaCl2 adalah nol karena dalam larutan BaCl2 akan terurai menjadi Ba2+ dan Cl-.

Sedangkan formalitas larutan BaCl2 diperoleh 0,2 F disebabkan yang kita ukur adalah total jumlah BaCl2 dalam larutan.
Normalitas
Normalitas jarang dipakai dalam textbook terbaru, akan tetapi dalam buku terbitan lama satuan konsentrasi ini masih dibahas. Normalitas di definisikan sebagai mol ekuivalen dalam tiap liter larutan. Kata ekuivalen disini menyatakan bagaimana spesies ini bereaksi dengan spesies yang lainnya hingga menghasilkan perhitungan yang setara secara stoikiometri.

rumus normalitas

Sebagai contoh Jika Anda memiliki 1 M H2SO4 maka normalitasnya akan berbeda tergantung bagaimana asam sulfat tersebut bereaksi, perhatikan reaksi berikut ini :

disosiasi asam sulfatPada reaksi yang pertama karena yang bereaksi hanya satu ion hidrogen maka 1 M H2SO4 adalah 1N, akan tetapi pada reaksi yang kedua karena yang bereaksi adalah dua ion hidrogen maka 1 M H2SO4 adalah 2 N.
Rasio berat, volume, dan berat terhadap volume
Persen berat (%w/w), persen volume (%v/v), persen berat terhadap volume (%w/v) menyatakan konsentrasi dari zat terlarut yang dibandingkan dengan 100 unit larutan. Sebagai contoh larutan 2,5% w/v NaNO3 artinya terdapat 2,5 gram NaNO3 dalam setiap 100 mL larutan.
Bagian persejuta dan bagian permilyar
Bagian persejuta (ppm) dan bagian per milyar (ppb) merupakan perbandingan antara gram zat terlarut terhadap masing-masing persejuta gram atau persemilyar sample. Sebagai contoh 650 ppm Mn dalam baja artinya dalam 1 gram baja terdapat 650 mikrogram Mn.
Berikut tabel konsentrasi, unit, serta simbol yang di pakai:

konsentrasi dalam kimia analitik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *