Reaksi Ireversibel, Reaksi Riversibel, dan Reaksi Kesetimbangan

Di kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai reaksi kimia yang berlangsung hingga selesai. Sebagai contoh adalah pembakaran lilin dimana reaksi pembakaran lilin ini akan berhenti jika lilin yang dipergunakan habis terbakar. Contoh yang lain yaitu reaksi antara batu marmer dengan asam klorida berlebih yang mengasilkan gas karbondioksia, reaksi akan berhenti begitu batu marmer habis berekasi dengan asam klorida.

contoh reaksi kimia ireversibel

Reaksi yang dicontohkan diatas adalah contoh dari jenis reaksi yang tidak dapat balik atau disebut sebagai reaksi ireversibel. Namun demikian, beberapa reaksi kimia setelah reaktan membentuk produk maka produk yang dihasilkan bisa membentuk kembali menjadi reaktan seperti semula.

Contoh reaksi ini adalah pemanasan hidrat tembaga(II) sulfat yang berwarna biru jika dipanaskan akan membebaskan molekul air dan meninggalkan anhidrat tembaga(II) sulfat yang berwarna putih.

reaksi pemanasan hidrat tembaga (ii) sulfat

Reaksi pembentukan reaktan menjadi produk diatas disebut sebagai ‘reaksi maju’.

Bila anhidrat temaga(II) sulfat kita tambahkan air maka reaksi kebalikannya akan terjadi.

Reaksi diatas dimana produk bereaksi membentuk reaktan disebut sebagai ‘reaksi balik’.

Suatu reaksi dimana reaktan bereaksi membentuk produk, dan kemudian produk yang dihasilkan bisa berubah kembali menjadi reaktan maka reaksi yang seperti ini disebut sebagai ‘reaksi reversibel’. Dua reaksi diatas dapat tulis dalam satu persamaan reaksi dengan tanda penhubung dua anak panah yang saling berlawanan menjadi sebuah reaksi yang reversibel.

reaksi kesetimbangan pemanasan hidrat temabaga(II) sulfat

Beberapa reaksi revesibel memiliki kondisi dimana reaktan yang bereaksi tidak sepenuhnya habis bereaksi. Begitu reaktan bereaksi membentuk produk maka pada saat yang sama pruduk yang dihasilkan bereaksi kembali membentuk reaktan. Dapat diartikan pada saat seperti ini laju pembentukan produk adalah sama dengan laju pembentukan reaktan, reaksi reversibel yang seperti ini kita sebut sebagai ‘reaksi kesetimbangan’ atau ‘kesetimbangan kimia’

Definisi
Kesetimbangan kimia

Sebuah reaksi dikatakan dalam keadaan kesetimbangan kimia apabila laju reaksi pembentukan produk adalah sama dengan laju reaksi pembentukan reaktan.

Terdapat banyak contoh kesetimbangan kimia didalam kehidupan sehari-hari antara lain minuman kemasan bersoda. Gas karbondioksida dimasukan dalam minuman pada proses pembuatan di pabrik. Begitu tutup botol dibuka maka akan terdengar suara berdesis disebabkan gas karbondioksida keluar dari botol kemasan. Jika botol kita tutup lagi maka proses keluarnya gas akan terhenti.

reaksi kesetimbangan CO2 dalam minuman bersoda

Reaksi maju adalah reaksi pembuatan minuman soda di pabrik sedangkan reaksi baliknya adalah reaksi pada saat kita membuka tutup botol minuman bersoda.

Karakteristik Kesetimbangan Kimia

Reaksi kesetimbangan kimia mempunyai empat karakteristik dibawah kondisi yang konstan yaitu;

  • Dinamis
  • Reaksi maju dan reaksi balik terjadi dengan kecepatan yang sama
  • Konsentrasi rekatan dan produk bersifat konstan pada kondisi kesetimbangan
  • Reaksi kesetimbangan membutuhkan sistem yang tertutup
  1. Bersifat dinamis

Pada sebuah sitem kesetimbangan kimia jika dilihat secara mikroskopik maka molekul atau ion dari reaktan dan produk akan terus bereaksi. Reaktan akan secara kontinyu membentuk produk dan sebaliknya produk akan secara kontinyu membentuk reaktan. Inilah yang disebut sebagai kesetimbangan dinamis.

Definisi
Kesetimbangan Dinamis

Kesetimbanga dinamis dalam reaksi reversibel terjadi pada saat laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik sehingga konsentrasi reaktan dan produk bersifat konstan.

2. Reaksi maju dan reaksi balik berlangsung dengan laju yang sama

Pada saat kesetimbangan terjadi laju reaksi maju akan sama dengan laju reaksi balik. Molekul atau ion reaktan berubah menjadi produk begitu juga sebaliknya dengan laju yang sama.

laju reaksi kesetimbangan kimia harus sama

3. Pada saat kesetimbangan konsentrasi reaktan dan produk bersifat konstan

Disebabkan laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik maka konsentrasi reaktan dan produk akan bersifat konstan. Sebagai contoh untuk kesetimbangan berikut ini.

reaksi kesetimbangan H2+ I2 - 2HI

Kita dapat melakukan percobaan dengan dua pendekatan yaitu yang pertama memulai percobaan dengan menggunakan gas hidrogen dan gas iodine masing-masing 5 mol dalam wadah 1 liter (reaksi maju) atau cara kedua memulai dengan gas hidrogen iodida 10 mol dalam wadah 1 liter (reaksi balik).

Setelah kedua sistem berada dalam keadaan kesetimbangan kimia maka dapat kita perhatikan dari grafik dibawah konsentrasi reaktan dan produk menunjukkan hasil yang bersifat konstan (lihat area yang diberi blok hijau).

grafik kesetimbangan h2 dan i2 dengan dua metode

4. Kesetimbangan harus berada dalam sistem tertutup

Sistem tertutup memungkinkan energi bisa keluar dari sistem ke lingkungan dan sebaliknya namun materi tidak dapat masuk atau keluar dari sistem. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem dimana baik energi maupun materi dapat keluar masuk dari sistem ke lingkungan dan sebaliknya.

Kesetimbangan Homogen dan Heterogen

Kesetimbangan homogen adalah sistem kesetimbangan yang komponennya terdiri dari satu jenis fasa, contohnya kesetimbangan yang melibatkan hanya gas atau kesetimbangan yang terdiri dari ion-ion didalam larutan.

contoh reaksi kesetimbangan homogen

Sedangkan kesetimbangan heterogen adalah sitem kesetimbangan yang komponen-komponennya terdiri dari lebih dari satu jenis fasa.

contoh reaksi kesetimbangan heterogen

Sudah paham kan, apa bedanya reaksi ireversibel, reaksi reversibel, dan reaksi kesetimbangan kimia. Jika ingin mudah memahami kimia SMA yuk join dengan komunitas online bersama banyak teman-teman dari seluruh penjuru negeri guna bisa belajar kimia secara online dengan bimbingan dari tentor kimia paling OK hanya di eKimia belajar kimia jadi lebih gampang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *