Les Privat Kimia SMA Online

materi penurunan titik beku larutan sma kelas 12
Sifat Koligatif Larutan

Penurunan Titik Beku Larutan

Adanya zat terlarut di dalam pelarut murni berakibat menurunkan titik beku larutan relatif terhadap titik beku pelarut murninya. Contohnya, air murni akan membeku pada suhu 0 derjat celcius, akan tetapi jika kita tambahkan 10 gram gula (dalam 100 gram air) maka titik beku larutan ini akan menjadi -0,56 derajat celcius. Lain halnya jika kita tambahkan …

materi kenaikan titik didih larutan
Sifat Koligatif Larutan

Kenaikan Titik Didih Larutan

Larutan akan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer. Pada saat zat terlarut ditambahkan kedalam suatu pelarut maka tekanan uap larutan akan turun, oleh sebab itu dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi untuk bisa mencapai tekanan uap yang sama dengan tekanan atmosfer, alhasil titik didih larutan pun mengalami peningkatan. Besarnya peningkatan untuk larutan yang encer …

materi penurunan tekanan uap larutan
Sifat Koligatif Larutan

Penurunan Tekanan Uap Larutan

Tekanan uap jenuh Molekul yang berada di permukaan liquid memiliki gaya ikat yang lebih lemah dibanding dengan molekul yang berada di kedalaman liquid. Oleh karena itu molekul yang berada di permukaan lebih mudah menguap pada keadaan dibawah titik didihnya, proses ini disebut dengan evaporasi. Guna bisa memahami apa itu ‘tekanan uap’ maka kita terlebih dahulu …

satuan konsentrasi dalam sifat koligatif larutan
Sifat Koligatif Larutan

Satuan Konsentrasi Dalam Sifat Koligatif Larutan

Banyak unit yang bisa di pakai untuk menyatakan konsentrasi, beberapa diantaranya adalah prosentase, bagian persejuta, molaritas, fraksimol, molalitas, dan normalitas. Namun hanya tiga satuan konsentrasi yang dipakai dalam perhitungan sifat koligatif yaitu, Molaritas (M)Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut di dalam satu liter larutan, dan dinyatakan dengan menggunakan rumus, Dimana,M = Molaritas (mol/L)n = mol …

definisi sifat koligatif larutan
Sifat Koligatif Larutan

Sifat Koligatif Larutan

Sifat fisika larutan akan berbeda dengan sifat fisika pelarut murninya. Sebagai contoh bila kita melarutkan 18 gram glukosa ke dalam 1 liter air murni maka titik didih larutan glukosa ini akan menjadi 100,052 derajat celcius (digenapkan menjadi 100,1 ) dibandingkan dengan titik didih air murni yang hanya 100 derajat celcius. Begitu juga dengan titik beku …

Kesetimbangan Reaksi

Proses Kontak Pembuatan Asam Sulfat: Kesetimbangan dalam Industri Kimia

Asam sulfat H2SO4 adalah asam mineral yang sangat bersifat korosif. Asam sulfat banyak dipergunakan pembuatan bahan pembersih, pengisi elektrolit accu, dan sebagai bahan baku pembuatan bahan kimia lainnya. Pada umumnya pembuatan asam sulfat diseluruh dunia menggunakan proses Contact. Pada dasarnya proses Contact pembuatan asam sulfat dapat diringkas menjadi tiga tahap yaitu1. Proses pembuatan belerag dioksida2. …

Kesetimbangan Reaksi

Kc dan Kp

Konstanta kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) Untuk reaksi umum sebagai berikut, Maka seperti yang di jelaskan dalam artikel Hukum aksi massa dan konstanta kesetimbangan maka terdapat hubungan antara tetapan kesetimbangan dengan konsentrasi reaktan dan produk beserta stoikiometri persamaan reaksinya yang dapat ditulis dengan persamaan konstanta kesetimbangan sebagai berikut, Kita sebut Kc sebagai konstanta kesetimbangan dimana subscript …

Kesetimbangan Reaksi

Bagaimana Merubah Posisi Kesetimbangan?

Posisi kesetimbangan adalah jumlah relatif antara produk dan reaktan yang terdapat dalam sebuah sistem kesetimbangan. Apakah jumlah produknya lebih banyak atau sebaliknya, bagaimana kita dapat merubah posisi kesetimbangan guna mendapatkan produk yang lebih banyak? Yok, kita pelajari di halaman ini. Asas Le Chatelier Kimiawan Perancis Henri Le Chatelier (1850-1936) mempelajari bagaimana pengaruh konsentrasi, temperatur, serta …

cato guldberg dan peter waage hukum aksi massa
Kesetimbangan Reaksi

Hukum Aksi Massa & Konstanta Kesetimbangan Kimia

Latar Belakang Hukum Aksi Massa ‘Afinitas’ merupakan konsep yang berawal dari Herman Boerhaave (1668-1738) seorang dokter, kimiawan, dan botanis yang merupakan penulis dari ‘Elementa Chemiae’ merujuk pada gaya kimia yang dapat merekatkan zat-zat berbeda satu sama lain untuk bisa bersama atau bergabung. Kemudian dokter serta kimiawan Perancis Claude Louis Berthollet (1748-1822) melakukan penelitian mengenai gaya …

Follow Me!