klasifikasi materi

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa ilmu kimia mempelajari struktur, sifat fisika, dan sifat kimia dari materi. Oleh sebab itu sebelum mempelajari ilmu kimia lebih dalam maka kita sebaiknya mengetahui definisi materi dan klasifikasinya.

Materi atau zat adalah sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruangan. Massa merupakan kuantitas materi yang tergantung didalam benda. Massa adalah sifat fundamental dari obyek yang tidak dipengaruhi oleh lokasinya. Berbeda halnya dengan berat yang berubah-rubah nilainya tergantung lokasi obyek itu berada. Berat adalah besarnya gaya yang disebabkan gaya gravitasi yang bekreja pada materi. Contoh materi antara lain, besi, udara, manusia, asap, dan air. Energi, cahaya, dan suara bukan contoh materi.

Wujud materi ada tiga yaitu padat, cair, dan gas. Wujud materi dari satu bentuk ke bentuk lainnya dapat diubah melalui proses fisika yaitu merubah temperaturnya. Contoh wujud air di suhu biasa (25 oC) adalah cair namun jika di naikkan suhunya menjadi 100 oC maka wujudnya dapat berubah menjadi gas. Perubahan seperti ini tidak merubah komposisi kimia dari substansi tersebut.

Berdasarkan metode pemisahan melalui karakteristik fisikanya (seperti sublimasi, distilasi, pelarutan, penyaringan dll) maka materi dapat digolongan menjadi dua yaitu zat murni dan campuran. Zat murni dapat dibagi menjadi lagi menjadi dua golongan yaitu unsur dan senyawa. Sedangkan campuran dapat dibedakan menjadi dua golonga yaitu campuran homogend dan campuran heterogen.

Zat Murni
Zat murni adalah materi yang memiliki sifat dan komposisi spesifik. Contoh zat murni yaitu logam (besi, tembaga, kalsium, perak, dll), garam (garam dapur, kalsium karbonat, kalium nitrat,dll), gas (oksigen helium, hidrogen, nitrogen).

Sebagai contoh logam emas batangan, didalam logam emas bantangan ini terdapat banyak sekali atom emas yang identik oleh sebab itu dapat kita katakan bahwa masing-masing atom emas ini memiliki karakteristik kimia yang sama. Contoh lain air murni yang memiliki rumus H2O dalam air terdapat banyak sekali molekul air yang identik sehingga kita katakan sifat satu molekul air yang satu dengan yang lainnya juga sama. Oleh sebab itu kita menyebut emas batangan dan air murni sebagai zat murni.

Kita dapat menggolongan zat murni menjadi dua golongan yaitu unsur dan senyawa

Unsur
Zat murni yang dibangun dari satu jenis atom dikatakan sebagai ‘unsur’, contoh unsur yaitu natrium, kalsium, perak, emas, belerang, fosfor, helium, neon, hidrogen, oksigen dan lainnya. Unsur dialam bisa berbentuk atom contohnya natrium (Na), besi (Fe), barium (Ba), kalium (K), kalsium (Ca) atau berbentuk molekul seperti hidrogen (H2), klorin (Cl2), yodium (I2), oksigen (O2) dan lainnya. Sampai dengan tahun 2019 tercatat sudah lebih dari 118 unsur yang sudah ditemukan di bumi dan semuanya dapat dilihat di tabel periodik unsur. Unsur yang paling banyak terdapat di alam semesta adalah hidrogen dan helium.

Senyawa
Senyawa didefinisikan sebagai zat murni yang dibentuk dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Contoh senyawa adalah air (H2), gas karbon dioksida (CO2), amoniak (NH3), gas methana (CH4), alkohol (C2H5OH), asam cuka ( CH3COOH), garam dapur NaCl, dan lainnya. Atom-atom penyusun senyawa ini bergabung satu sama lain melalui ikatan kimia dan kita tidak dapat memisahkan melalui metode fisika.

Campuran
Campuran adalah kombinasi dari dua atau lebih zat murni. Pada campuran komposisi penyusunnya dapat bervariasi dari satu sampel ke sampel yang lain. Umumnya materi yang ada di bumi ni berupa campuran seperti air laut, baja, batuan, minyak bumi, susu, jus, kopi, makanan dan lainnya.

Pada campuran setiap penyusunnya masih mempertahankan masing-masing sifatnya. antara satu penyusun campuran dengan penyusun yang lain tidak terikat secara kimiawi. Sebagai contoh minuman kopi yang biasanya di buat dari campuran bubuk kopi, gula, krim, dan air. Setiap penyusun kopi ini berkontribusi pada rasa kopi yang dihasilkan. Air alut adalah campuran dari air, mineral, dan garam. Baja adalah campuran antara besi, karbon, logam lainnya. Sedangan udara yang menyokong kehidupan kita di susun dari berbagai campuran gas yang utama adalah oksigen, karbondioksida, dan nitrogen.

Campuran Homogen
Dalam campuran homogen komponen penyusun campuran ini terdistribusi secara merata di seluruh bagian campuran. Contoh dari campuran homogen adalah lauran gula, udara, susu, air mineral.

Campuran Hetergogen
Dalam campuran hetergogen komponen penyusunnya tidak terdistribusi merata di dalam bagian campuran kadangkala kita dapat melihat dengan jelas memakai mata kita sendiri bagian penyusun komponen campuran heterogen. Contoh campuran heterogen adalah pasir dilautan yang terdiri dari banyak komponen yang bisa terlihat jelas antara pasir, kerikil, kulit kerang dan lainnya.

Referensi

https://chemistrygod.com/classification-of-matter

https://chem.libretexts.org/Bookshelves/General_Chemistry/Map%3A_Chemistry_-The_Central_Science(Brown_et_al.)/01._Introduction%3A_Matter_and_Measurement/1.2%3A_Classification_of_Matter#:~:text=Matter%20can%20be%20classified%20according,solid%2C%20liquid%2C%20and%20gas.&text=Extensive%20properties%20depend%20on%20the,and%20include%20mass%20and%20volume.