apa itu ilmu kimia

Sadar atau tidak kehidupan kita di bumi ini melibatkan proses kimia dan bahan kimia (materi), kita ambil contoh yang sederhana adalah pada waktu kita makan. Karbohidrat, lemak, dan protein dari bahan makanan di metabolisme oleh tubuh dengan menggunakan enzim untuk menjadi sumber tenaga. Atau saat kita menyalakan kompor maka gas LPG bereaksi dengan oksigen dari udara untuk menghasilkan panas sehingga bisa dipakai untuk memasak. Sebenarnya apa sih ilmu kimia dan apa yang dipelajari di dalam ilmu kimia itu sendiri? Yuk, baca ulasannya disini.

Definisi Ilmu Kimia
Menurut laman American Chemical Society (ACS) definisi umum ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahan pada materi itu sendiri. Ilmu kimia itu sendiri tidak hanya mempelajari sifat dari materi namun juga untuk memahami bagaimana dan kenapa materi mengalami perubahan pada kondisi tertentu.

Perubahan ini bisa saja terjadi pada makhluk hidup contohnya bagaimana reaksi fotosintesis berlangsung, bagaimana enzim amilase yang terdapat dalam mulut mendegradasi karbohidrat atau bisa juga yang terjadi dilingkungan seperti proses pelepasan logam berat ke lingkungan, interaksi CO2 di atmosfer, hingga mempelajari perubahan unsur untuk mendapatkan material baru. Perubahan yang dipelajari dalam ilmu kimia tidak hanya pada materi yang berskala nyata (tampak dimata) namun perubahan ini dapat dipelajari dalam skala yang lebih kecil hingga berkontribusi pada teknologi nano.

Sebagai gambaran di alam ini terdapat 100 lebih unsur. Unusr-unsur tersebut satau sama lain bisa berinteraksi membentuk senyawa sederhana maupun yang kompleks. Contoh jika unsur Besi dan oksigen bereaksi maka dapat menghasilkan karat besi dengan formula Fe2O3, jika karbon C, hidrogen, Nitrogen, Oksigen, atau belerang bereaksi bisa dihasilkan asam amino dimana asam amino ini bisa bergabung satu sama lain membentuk protein.

Kenapa Kimia Disebut sebagai ‘Sentral Sains’ ?
Kimia disebut sebagai ‘ The Central of Science’ pertama kali di publikasikan oleh Theodore L. Brown dan H. Eugene LeMay dalam buku mereka berjudul Chemistry: The Central Science hal ini disebabkan ilmu kimia yang dapat menghubungkan antara ilmu fisik dan ilmu hayati beserta ilmu terapan (contohnya kedokteran dan teknik). Ilmu kimia sebagai pusatnya ilmu pengetahuan dapat dilihat dari skema yang dibuat oleh Auguste Comte sebagai berikut.

Kimia disebuat sebagai pusat pengetahuan juga disebbakan karena ilmu kimia sangat penting atau dipakai dalam cabang ilmu pengetahuan yang lainnya seperti biologi, geologi, astronomi, fisika, kedokteran, teknik, ilmu material, lingkungan, dan masih banyak lagi.

5 Cabang Utama Ilmu Kimia
Secara tradisional ilmu kimia mdapat dibagi dalam 5 subbidang seperti yang dijelaskan dibawah ini, namun pembagian yang lebih modern ilmu kimia mencakup bidang yang lebih luas seperti food chemistry (kimia makanan), environmental chemistry (kimia lingkungan), nuclear chemistry (kimia inti), nanochemistry (kimia yang berhubungan dengan materi berukuan nano), kimia medis, kimia quantum, geokimia, dan lainnya.

Kimia Analisa, yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari komposisi dari materi. Berfokus pada metode pemisahan, identifikasi, mengukur komposisi secara kuantitatif dalam sampel. Cabang ini menggunakan instrumen dari yang sederhana hingga kompleks untuk menganalisa komposisi dari materi.

Kimia Anorganik, yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari bahan kimia selain bahan yang mengandung karbon atau mempelajari materi tak hidup seperti mineral, bebatuan, dan logam. Akan tetapi cakupan yang lebih luas di gunakan oleh ACS dimana kimia anorganik juga mempelajari senyawa organometalik yaitu logam yang berikatan dengan senyawa organik.

Kimia Organik, yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari senyawa yang umumnya mengandung ‘karbon’ yang biasanya terdapat dalam makhluk hidup. Umumnya senyawa yang terdapat di dalam mahkluk hidup terdiri dari karbon dan hidrogen. Kimia Organik mempelajari komposisi, struktur, sifat dan reaksi dari senyawa-senyawa ini.

Biokimia, yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari bagaimana sistem biologis bekerja pada tingkat molekuler. Reaksi kimia dalam tingkat seluler dipelajari dalam ilmu ini, riset mencakup pemahaman mengenai penyakit sehingga bisa ditemukan pengobatan yang lebih baik. Terima kasih atas cabang ini ilmuwan telah mampu memetakan genome manusia.

Kimia Fisika, adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari sipfat makroskopik, sifat atom, dan fenomena dalam sistem kimia. Sebagai contoh adalah pemahaman bagaimana pergerakan atom mempengaruhi atom yang lainnya. Seorang ahli kimia fisika bisa saja mempelajari kinetika suatu reaksi, energi transfer dalam reaksi kimia, atau struktur fisik material dalam skala molekular.

Referensi:
https://www.acs.org/content/acs/en/education/whatischemistry/everywhere.html

https://chem.libretexts.org/Courses/Furman_University/CHM101%3A_Chemistry_and_Global_Awareness_(Gordon)/01%3A_Introduction_to_Chemistry/1.01%3A_What_is_Chemistry%3F

https://www.livescience.com/45986-what-is-chemistry.html