Alkena

materi alkena kimia sma kelas 11

Alkena adalah salah satu group dalam hidrokarbon dimana molekulnya memiliki satu ikatan rangkap dua C=C dan memiliki rumus umum CnH2n. Disebabkan alkena memiliki lebih sedikit jumlah hidrogen dibandingkan dengan jumlah maksimum yang dapat dicapainya maka molekul ini juga bisa disebut sebagai ‘tak jenuh’. Istilah lama namun sampai saat ini masih dipakai untuk merujuk pada alkena adalah ‘olefins’.

rumus umum alkena

Sebutan antara alkena dan olefin kadang bisa saling bisa menggantikan satu sama lain, namun sebenarnya hal ini tidaklah sebegitu akurat. Menurut IUPAC, alkena meliputi alifatik hidrokarbon yang hanya memiliki satu ikatan rangkap dua C=C, sedangkan olefins merujuk pada set senyawa yang amat luas meliputi hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua C=C yaitu didalammya terdapat alkena itu sendiri, sikloalkena, dan poliena.

Deret homolog alkena
Seperti halnya alkana, alkena juga membentuk deret homolog yaitu sederetan molekul yang berat molekulnya bertambah dengan penambahan gugus metilen (-CH2-). Molekul alkena yang paling sederhana dimulai dengan atom karbon berjumlah dua yaitu etena (nama umumnya etelin) C2H4, kemudian diikuti oleh propena (disebut juga propline) C3H6, lalu butena (disebut juga butilen) C4H8, lalu dilanjutkan oleh pentena dan seterusnya.

deret homolog alkena

Alkena memiliki isomer yang lebih banyak dibandingkan dengan Alkana
Seperti halnya alkana dimana isomernya bisa dibentuk dengan membuat percabangan, maka alkena memiliki tambahan isomer berdasarkan faktor lainnya. Salah satu faktor tersebut adalah dengan menggeser posisi ikatan rangkapnya. Contohnya adalah 1-butena dapat dibuat isomer lain dengan menggeser ikatan rangkapnya ke posisi atom karbon nomor 2 sehingga menjadi 2-butena (perhatikan gambar dibawah).

struktur 1-butena dan 2-butena

Faktor lain yang bisa dipakai untuk pembentukan isomer alkena adalah sifat alami dari ikatan rangkap C=C itu sendiri. Pada ikatan tunggal memungkinkan ikatan ini untuk berputar, artiya ikatan tunggal bisa bertindak seperti poros yang berputar, namun hal ini tidak bisa dilakukan pada ikatan rangkap. Dengan demikian 2-butena memiliki dua pasangan isomer lagi yaitu,

struktur cis-2-butena dan trans-2-butena

Dua isomer diatas perbedaannya terletak pada letak gugus metil yang terletak pada sisi yang sama (cis) pada ikatan rangkap, atau terletak pada sisi yang berlawanan dengan ikatan rangkapnya (trans). Kehadiran ikatan rangkap pada alkena menjadikan isomer alkena lebih banyak dibandingkan dengan alkana dengan jumlah atom C yang sama. Sebagai contoh butena memiliki 4 isomer (1-butena, cis-2-butena, trans-2-butena, dan isobutena) sedangkan butana hanya memiliki dua isomer yaitu n-butana dan isobutana.

Referensi
https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/alkenes

https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Organic_Chemistry/Supplemental_Modules_(Organic_Chemistry)/Alkenes

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *